Di Balik Jargon "Menulis Untuk Kemanfaatan" - CV Al Qalam Media Lestari

Penerbit Al Qalam Media Lestari

Di Balik Jargon "Menulis Untuk Kemanfaatan"

MENULIS UNTUK KEMANFAATAN
By Melly Lestari



Bismillah….
Menulis merupakan suatu cara/ajang untuk berbagi kemanfaatan. Kenapa tidak? Karena ia merupakan cara yang paling simple serta bisa dilakukan oleh orang banyak. Ups, namun juga tidak semuanya bisa menulis sebuah buku, tapi setidaknya setiap orang yang normal bisa nulis status atau story, yak an … ;D

Menulis untuk kemanfaatan
Mungkin jika sahabat mengikuti akun sosmed alqalam, tentu tak asing dengan jargon ini, iya kan?
Apa makna di sebaliknya?

Ok langsung saja, tema yang saya bawa malam ini akan berhubungan erat denhan jargon alqalam itu, menulis untuk kemanfaatan. Saya membawa tema ini karena, hal inilah yang mendasari saya sekaligus acuan, dasar dalam menulis. Jika sesuatu itu buruk atau membawa keburukan, jangan tulis! Jika tulisan itu ternyata hoax semata, jangan tulis! Dan jika tulisan itu tak mempunyai manfaat apa-apa, jangan tulis! Terlalu kaku? Sebagian orang menganggap begitu, tapi inilah prinsip. Prinsip itu penting, karena ia akan menunjukkan identitas kita sebagai manusia yang punya pendirian.

Menulis untuk kemanfaatan ini merupakan niat, dasar, motivasi, dan ajang berbagi. Niat, karena dalam menulis, tak selalu kita menemukan jalan lurus penuh hambatan, kadangkala ada kendala baik dari faktor internal maupun eksternal. Internal misalnya malas, lelah, capek, nggak mood, nggak semangat, dll. Faktor eksternal bisa jadi dari kesibukan, kuliah, tuntutan kerja, dll. Akhirnya target kita yang mau menyelesaikan satu buku dalam waktu satu tahun molor menjadi tiga atau lima tahun, kan lucu. Alhamdulillah kalau akhirnya bisa menyelesaikan naskah itu, kalau tidak? Bye saja :D … nah, inilah pentingnya niat, di saat kita sudah memegang teguh niat ini, menulis untuk kemanfaatan, maka seharusnya kita bisa terpacu dan bermuhasabah, “bagaimana aku bisa menjadi orang yang bermanfaat jika menulis saja molor, tulisan tak selesai-selesai,” jiwa sosial yang tinggi sangat dibutuhkan dalam hal ini.

Yang kedua adalah dasar, menulis untuk kemanfaatan. Ia akan menjadi dasar bagaimana bentuk tulisan-tulisan kita nanti. Bentuk di sini yang saya maksud adalah, apakah nanti kita menulis hanya sekedar menulis tanpa arti, tanpa makna dan tanpa manfaat? Ataukah justru tulisan-tulisan kita ini dapat memberikan inspirasi bagi pembaca, sehingga mereka tergerak untuk menebar kebaikan pula? Dalam hal ni saya sangat terinspirasi dari salah seorang penulis, yaitu Kang Abik. Beliau menulis tak hanya sekedar menulis, tapi beliau menulis dan juga berdakwah. Syahdu!

Yang ketiga, Menjadi motivasi sekaligus ajang berbagi. Di era sekarang, banyak penulis yang tak memerhatikan isi tulisannya bagaimana, asal sudah jadi segera dikirim ke penerbit, berharap bisa dicetak dan mejeng di toko buku terkenal. Menulis dan menjadi penulis tak sekedar mencari pundi-pundi uang dan ketenaran. Jika itu yang menjadi tujuan kepenulisan kita, maka alangkah ruginya kita. Suatu keberhasilan tak melulu harus diukur lewat ketenaran dan banyaknya uang, tapi dari seberapa besar ia mampu memberikan manfaat bagi orang lain. Khoirunnas anfa uhum linnas.

Rasanya masih banyak sekali yang ingin saya tuang di sini. Tapi nanti malah jadi buku ini tulisan. Wkwkwk. Oke cukup lah, intinya, menulislah dari hati, utamakan pembaca kita dan manfaat apa yang bisa pembaca terima dari tulisan kita. So, menulislah untuk kemanfaatan.


Tentukan niatmu terlebih dahulu sebelum menulis, karena ia yang akan membawamu, dan menguatkanmu. ❤

#alqalam
Menulis untuk kemanfaatan

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Di Balik Jargon "Menulis Untuk Kemanfaatan""

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel